Penyamun Jadi Ulama

Rabu, 23 Oktober 2013

Penyamun Jadi Ulama
Tak ada kata terlambat!!! Itulah nasihat yang harus dipahami oleh seorang yang mau bertobat kepada Allah. Tak ada istilah dan alasan bahwa dirinya telah kotor, bejat dan durjana. Tobat akan menghapuskan segalanya. Bagaimana pun banyaknya dosa dan maksiat dilakukan oleh seorang hamba, jika ia jujur mau bertobat, maka Allah akan bukakan pintu tobat, hapuskan segala kesalahannya yang terdahulu dan memberinya hidayah untuk menapaki jalan-jalan kebaikan.
Sentuhan tobat telah merasuk dalam jiwa orang-orang yang terdahulu sampai menjadikan mereka dari manusia yang paling bejat menuju manusia terbaik di sisi Allah -Azza wa Jalla-. Sebagai fakta nyata, kita dengarkan kisah di bawah ini:

Hampir setiap malam dia mendatangi rumah-rumah yang ada di negeri itu untuk melakukan aksinya, yaitu merampok. Hingga suatu malam dia kembali melaksanakan aksinya. Kali ini ia ingin menemui seorang gadis yang selama ini ia rindukan. Di saat ia memanjat dinding untuk menemui gadis impiannya. Pada saat yang bersamaan ketika dia telah berada di rumah itu, tiba-tiba dia mendengar suara lantunan Al Qur’an sedang dibacakan. Rupanya suara itu berasal dari sang pemilik rumah yang sedang berdiri bermunajat kepada Robb-nya. Sang pencuri pun hanyut dengan lantunan ayat-ayat Allah yang sedang dilantunkan, hingga ketika sampai pada ayat,
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (16)
“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperi orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hadid: 16)

Readmore.....

Tips Menghilangkan Was-Was

tanya:
Seseorang sering meniatkan akan berbuat kebaikan, tapi kemudian setan datang lalu membisikkan was-was kepadanya dengan ucapan: ‘Kamu mengamalkan itu hanya untuk riya dan sum’ah’, agar setan bisa mencegah kita dari berbuat kebaikan. Bagaimana tips menjauh dari was-was ini? Jawab:
Was-was ini bisa dihilangkan dengan memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk, lalu tetap melanjutkan perbuatan baik yang tadi akan dilakukan. Jangan dia meladeni was-was semacam itu, yang bisa menghalanginya dari perbuatan kebaikan. Maka jika dia menepis was-was itu seraya dia memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk, niscaya was-was itu akan hilang darinya dengan izin Allah.
[Dijawab oleh Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin dalam Fatawa Al-Aqidah hal. 345]

Readmore.....

Berbicara dengan Calon Mempelai Via Telepon

Sabtu, 05 Oktober 2013

Pertanyaan:

Bolehkah seseorang berbicara dengan calon istrinya melalui telepon?

Jawaban:
Apabila akad nikah telah dilaksanakan, dia boleh berbicara dengan mempelai wanita melalui telpon. Adapun ketika si wanita masih berstatus sebagai calon istri, dia tidak boleh berbicara dengannya kecuali dengan ijin wali si wanita. Namun, dengan syarat adanya mashlahat dan tidak disertai ucapan lembut bernuansa kasih sayang, tawa, yang menebar perasaan-perasaan, dan lain-lain. Karena peminang adalah laki-laki yang bukan mahram, ia wajib minta ijin kepada wali si wanita (Fatawa Al Mar’ah Al Muslimah, dijawab oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Abdul Maqshud, Sumber Majalah Qonitah edisi 05/vol.01/1434H-2013M)

Readmore.....

Muhadharah Ilmiyyah Asy Syaikh Hani bin Buraik

Jumat, 30 Agustus 2013

Readmore.....

Tuntunan Ringkas Shalat Taubat


sujud2

oleh: Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah-
[Pengasuh Ponpes Al-Ihsan Gowa, Sulsel]

Di sebagian kesempatan, sebagian orang pernah bertanya kepada kami tentang hakikat dan tuntunan Sholat Tobat yang benar berdasarkan Sunnah yang shohihah. Pertanyaan seperti ini mungkin muncul, karena kurang manusia yang tahu tentang sholat sunnah yang satu ini.
Sholat tobat sama seperti dengan sunnah lainnya dalam hal tata cara. Hanya saja sholat tobat dikerjakan oleh seorang hamba saat ia telah melakukan dosa, lalu ia menyesal dan mau bertobat atas dosanya, maka ia disyariatkan melakukan dua rakaat sholat sunnah yang disebut dengan “Sholat Tobat”.
Ini didasari oleh sebuah hadits dari Abu Bakr Ash-Shiddiq -radhiyallahu anhu-, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ، ثُمَّ يُصَلِّي ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ ، إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
“Tak ada seorang pun yang melakukan dosa, lalu ia bangkit dan bersuci (wudhu’), lalu ia sholat. Kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, kecuali orang itu diampuni dosanya oleh Allah”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (no.1521), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (no.3006), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no.1395). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (no. 1324)]

Readmore.....

Halal bi halal? atau “Al Halal bil Haram”?

Sabtu, 10 Agustus 2013

Tanya:
Bismillah
Bagaimana menyikapi acara ba’da Ied yang menjadi kebiasaan masyarakat awam yakni ‘Halal bihalal’?, dan apa maksud arti kalimat tersebut sebenarnya?
Jazakumullahu khoiron
Jawab:
Saya tidak tahu. Saya tidak tahu apa ini pengertian al halal bil halal. Halal dengan halal. Al halal dengan halal. Salamannya dengan wanita yang bukan mahram. Bagaimana itu? Campur aduk? Ikhtilat? Dan seterusnya. Ini secara syar’i tidak dikenal istilah syar’i yang disebut al halal bil halal. Al halal bil halal, itu tidak dikenal. Tidak diketahui dalam Al Qur’an atau dalam sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, atau para ulama salaf mengistilahkan.

Readmore.....

Silaturahmi Ba’da ‘Ied


Tanya:
Saya ingin menanyakan tentang perayaan idul fitr yang ada di negeri ini, yaitu apa hukumnya mengunjungi atau bertemu dengan sanak famili, tetangga, teman, dan lain-lain pada hari tersebut? Mulai tanggal 1, 2 dan seterusnya selama suasana lebaran dengan mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin” sambil berjabatan tangan?

Readmore.....